Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Foto » Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas
FOTO

Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas

Tuesday, 8 January 2013 - 15591 Views

banjir di wongoiriINFOSOLORAYA.COM – WONOGIRI – Bencana alam di Wonogiri kian meluas. Setelah sebelumnya terjadi banjir dan tanah longsor di Selogiri dan Kismantoro, Senin (7/1) bencana alam (bencal) tanah longsor kembali terjadi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun bencal tersebut menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.

Kerugian dialami penduduk dikarenakan banyak rumah warga mengalami kerusakan. Kali ini bencana alam terjadi di Wonogiri selatan yaitu di Kecamatan Giriwoyo, Manyaran dan Eromoko, dan serta di Jatiroto dan Sidoharjo. Sebelumnya terjadi tanah longsor di wilayah Selogiri.

Kontur geografis Wonogiri yang terdiri dari pegunungan memang bencal tanah longsor menjadi hal yang paling dikhawatirkan setiap musim hujan. “Hari ini dan kemarin banyak laporan bencana tanah longsor dan banjir. Saya minta dinas sosial menyalurkan bantuan. Saya minta camat memantau wilayahnya. Warga saya harap waspada,” kata Bupati Wonogiri. Bupati memperkirakan kerugian akibat bencal telah mencapai ratusan juta.

Sementara bencana tanah longsor di Giriwoyo terjadi sekira pukul 04.30 Wib. Iskandar, anggota DPRD Wonogiri asal Giriwoyo, melaporkan, tanah longsor menimpa rumah Wagiyo (50) warga Dusun Ngampohan, Desa Platarejo, Giriwoyo. Rumah Wagiyo rusak total akibat tertimpa tebing di belakang rumahnya.

Camat Giriwoyo Sariman mengemukakan tebing yang longsor disebabkan hujan deras berkepanjangan. “Kami bersama polisi, TNI dan warga sudah bekerja bakti membersihkan puing-puing rumah dan material longsoran,” kata Sariman, Senin (7/1/13) siang.

Sedangkan Camat Manyaran ATB Hermawan, melaporkan di wilayahnya terdapat tebing yang retak. Tebing tersebut rawan longor. Jika longsor maka mengancam 14 rumah penduduk yang dihuni oleh 36 warga. Lokasi tebing tersebut berada di Dusun Kopen, Desa Bero, Manyaran.

Retakan tebing tersebut berukuran satu meter dengan panjang hampir 200 meter. “Luas lahan yang terancam longsor karena retakan itu sekitar dua hektar. Kami minta warga waspada, karena mereka tidak mau diungsikan,” katanya.

Sementara, di Kecamatan Eromoko, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 Wib. Bencana terjadi di Dusun Semangkah, Sindukarto. Tebing di dusun setempat runtuh dan menimpa rumah Suyitno. Camat Eromoko Danang Erawanto melaporkan, separoh rumah milik Suyitno hancur. Suyitno dan keluarganya berhasil menyelematkan diri.

Di Jatiroto, longsor terjadi di SDN Sanggrong. Talud sepanjang lima meter dan tinggi dua meter di SD tersebut runtuh. Akibatnya gedung sekolah tersebut juga terancam ambruk. Camat Jatiroto Panji mengatakan jika tidak ditangani segera, longsor bertambah parah. Longsor juga terjadi di Sidoharjo. Tebing makam longsor dan menimpa rumah Sutimah di Dusun/Desa Kedunggupit.

Sebelumnya Sabtu malam, longsor juga terjadi di enam titik di Desa Kepatihan, Desa Keloran dan Desa Pare di Kecamatan Selogiri. Sejumlah rumah rusak tertimpa material yang runtuh. Di Selogiri, banjir juga merendam 62 rumah di Desa Gemantar dan Jaten. Banjir itu membuat 56 ribu ekor benih ikan hanyut dan merendam 100 hektar sawah.

Camat Ngadirojo Ainur Ridho juga mengaku telah mengungsikan lima keluarga di tepi Sungai Keduang, Sabtu malam, akibat rumahnya tergenang banjir. Namun warga kembali lagi setelah banjir surut. Sedang kemarin (7/1), puluhan hektar sawah di tepi Sungai Wiroko di sekitar Nguntoronadi juga terendam air.

Penduduk di Dusun Gunungan Wonodadi Kecamatan Pracimantoro juga masih terendam banjir. Sampai Senin (7/1/13) jumlah rumah yang tergenang masih berjumlah lima rumah. Penyebabnya karena wilayah setempat terus diguyur hujan. Air menggenang lantaran mulut luweng (sungai bawah tanah) tersumbat.[bagus]

Related Post

Comment