Minggu, 21 Desember 2014
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut »  Pengurus Baru HMI Cabang Sukoharjo Dilantik » 
 
Home » Foto » Capres, Butuh Ilmu Ketatanegaraan
FOTO

Capres, Butuh Ilmu Ketatanegaraan

Minggu, 9 Desember 2012 - 3259 Views

rhoma capres 300x199 Capres, Butuh Ilmu Ketatanegaraan

Seorang pengunjung CFD saat mengabadikan poster 10 keunggulan Rhoma Irama menjadi Capres RI di CFD Solo | Foto Labib Zamani

INFOSOLORAYA.COM – SOLO - Wacana seputar pencalonan Raja Dangdut Rhoma Irama (Bang Haji) sebagai kandidat Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia periode 2014-2019 mendatang, menuai berbagai macam tanggapan dari berbagai elemen masyrakat, khususnya wong Solo.

Ada yang mengatakan pencalonannya tersebut sebagai ajang untuk mencari sensasi (popularitas) dan ada juga yang mengatakan Rhoma Irama untuk tetap eksis di dunia kesenian dan tidak ikut dalam dunia politik.

Tanggapan itu datang, ketika poster berukuran sekitar 80 cm x 185 cm bertuliskan Humor Politik Gaya Rhoma Irama dengan judul 10 Kelebihan Rhoma Irama menjadi Presiden RI. Poster yang diletakkan di JL Slamet Riyadi dalam ajang car fre day (CFD) ini langsung menghipnotis para pengunjung CFD. Sesekali para pengunjung tersebut berhenti  untuk melihat dan bahkan ada juga yang mengabadikan poster tersebut.

Seperti pengunjung CFD, Ana. Ia mengaku kagum melihat poster tersebut. Bahkan saat mendekati dan membaca tulisan yang ada di poster, Ana langsung tertawa. “Lucu aja melihat posternya,” kata Warga Solo ini. Saat ditanya isu pencalonan Rhoma Irama, Ana mengaku tidak sreg. Menurutnya untuk memimpin negara harus membutuhkan ilmu yang banyak tentang ketatanegaraan. Jadi dengan kesenian saja tidak cukup untuk memengatasi permasalahan yang di pemerintahan.

“Urusan pemerintahan itu harus diserahkan kepada orang intelektual (ahlinya). Lha yang pinter pemerintahan aja juga belum tentu bisa mengatasi, apalagi yang bukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan pengunjung lain, Sugianto, Rhoma Irama fokusnya adalah kesenian (bermusik) jadi jangan ikut dalam dunia politik. Selain itu, penduduk Indonesia mayoritas beraneka ragam, suku, ras, agama, kebudayaan dan lain-lainnya. “Sungguh terlalu, kalau saya lihat itu Rhoma Irama lebih baiknya fokus sama dunia kesenian,” ungkap warga Kratonan Solo ini.

Sementara itu, Syahid Mustofa, mengatakan saat ini Indonesia mengalami krisis kepemimpinan, sehingga banyak digunakan para kalangan artis untuk mendongkrak popularitas dengan ikut berpolitik. “Semua itu bisa menjadi pemimpin, entah itu dari kalangan artis, masyarakat sipil atau pun yang lain  yang penting bisa mengatasi permasalahan yang ada di pemerintahan. Soalnya saat ini yang dibutuh rakyat adalah pemimpin yang dapat mengayomi rakyatnya,” ujarnya saat ditemui infosoloraya.com di Jl Slamet Riyadi Solo, Minggu (9/12/2012).[bib@infosoloraya.com]

Related Post

Comment