Tuesday, 17 July 2018
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Soloraya Update » Cerita Sendang di Slogohimo -1
SOLORAYA UPDATE

Cerita Sendang di Slogohimo -1

Friday, 14 July 2017 - 199 Views

Kun Prastowo , Masyarakat Slogohimo

INFOSORAYA.COM-WONOGIRI-Berbicara soal Belik atau sendang bagi warga perdesaan merupakan sarana yang cukup penting.

” Karena belik atau merupakan sumber mata air untuk minum, mandi, cuci dan lain sebagainya, ” Kata Kun Prastowo, masyarakat Slogohimo, Wonogiri kepada Infosoloraya saat di Gramedia Solo.

Menurutnya, seiring perjalanan waktu dan perubahan peradaban warga desa, belik atau sendhang mulai ditinggalkan karena hadirnya kamar mandi di setiap rumah.

“Meski begitu, sisa-sisa cerita tentang belik atau sendang masih mengasyikkan untuk dibicarakan,” tambahnya.

Ia mencontohkan di desanya ujung timur Kabupaten Wonogiri tepatnya Desa Slogohimo dilontarkan nama “MBelik Wungu”,

Mbelik Wungu maka akan langsung terlintas sebuah lokasi sumber mata air di bawah pohon wungu dan pohon ringin yang rindang di utara balai desa itu.

Diakuinya, belik itu menghadirkan aroma mistis yang demikian kental. Hal itu tidak terlepas dari gugon tuhon (kepercayaan) warga bahwa di belik itu dijaga sosok mistis bernama Kyai Jo Menggolo.

Konon ceritanya Kyai Jo Menggolo disinyalir sebagai punden atau cikal bakal desa di lereng Gunung Braja itu.

Dahulu kala, Jo Menggolo adalah seorang agul-agul di Kadipaten Wengker (Ponorogo) yang selalu mwnegakkan kebenaran.

Sosok tinggi besar nan gagah itu bak Raden Wrekudara dalam dunia pewayangan. Bahkan dia demikian menhayati sifat satria Jodhipati itu.

Ajian Ungkal Bener menjadi prinsip hidupnya. Ajian Raden Wrekudara itu senantiasa mengedepankan kebenaran dalam setiap sisi tingkah laku.bersambung (Zul)

Related Post