Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Foto » Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh
FOTO

Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh

Tuesday, 18 June 2013 - 10207 Views
Massa demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Bundaran Gladak Sol

Massa demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Bundaran Gladak Sol

INFOSOLORAYA.COM – SOLO – Unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali pecah di Bundaran Gladak, Solo, Selasa (18/6) siang. Kali ini unjuk rasa dilakukan massa buruh, tukang becak, masyarakat  bersama dengan pergerakan mahasiswa PMII, HMI, IMM dan GMNI. Dalam orasinya mereka menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengurungkan niatannya menaikkan harga BBM. Pasalnya, kenaikan itu akan semakin membuat rakyat miskin di Indonesia semakin sengsara.

Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB massa kembali memblokade jalan. Kali ini massa memblokir Jl Jenderal Sudirman tepatnya di depan kantor Bank Indonesia (BI) dengan aksi lingkaran. Bahkan, para demonstran melakukan pembakaran ban. Sehingga membuat arus lalu lintas kendaraan dari arah Jl Slamet Riyadi menuju Jl Jenderal Sudirman maupun sebaliknya tersendat. Kemacetan panjang pun tak dapat dihindari. Sejumlah aparat kepolisian bersama pengendali masyarakat (dalmas) Polresta Solo yang mencoba masuk memadamkan kobaran api sempat bentrok dengan demonstran.

Menurut koordinator aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Yedi Mulya Permana, dengan menaikkan harga BBM, pemerintah telah melakukan satu hal yang mendzolimi rakyat Indonesia. Meski ada solusi dengan mengeluarkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan raskin, dinilai tidak tepat. Karena Indonesia merupakan negara yang memiliki aset strategis yang melimpah. Dikatakan, angka kemiskinan di Indonesia mengalami kemiskinan, yakni dari 76,4 juta jiwa menjadi 96 juta jiwa. Artinya dampak kenaikan harga BBM akan semakin menyiksa rakyat miskin.

“Ini ketidak mampuan pemerintah dalam melakukan pengelolaan aset. Sehingga sebagian besar aset Indonesia dikuasai dan dimanfaatkan oleh negara asing (penjajah). Akhirnya kesejahteraan rakyat Indonesia tidak pernah terpenuhi,” tegasnya.(bib@infosaloraya.com)

Related Post

Comment