Tuesday, 20 February 2018
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Nasional » Gadis Belia Meninggal Disiksa Ibunya
NASIONAL

Gadis Belia Meninggal Disiksa Ibunya

Monday, 22 January 2018 - 163 Views

INFOSOLORAYA.COM-JAKARTA–Terjadinya kasus kekerasan anak oleh Ibu kandung hingga meninggal dunia di Wamena, Jayawijaya, Papua kembali mengiris hati.

Gadis kecil belia (9th) meninggal dunia ditangan R, ibu kandungnya. C terluka menganga di kepala dan luka bakar sangat parah di sekujur tubuhnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengecam keras tindak itu. “Saya sangat terpukul dan mengecam keras segala bentuk tindak kekerasan pada anak, terlebih lagi pelaku merupakan ibu kandungnya. Saya meminta seluruh orang tua dan orang terdekat tidak menjadikan anak sebagai korban pelampiasan masalah,” katanya.

Pelaku diketahui bercerai dengan suaminya. Dia gagal membangun rumah tabgganya. Sehingga menimbulkan implikasi sosial dan ekonomi dalam rumah tangga. Hingga membabi buta melakukan kekerasan pada anaknya sebagai pelampiasan.

Korban meninggal dunia setelah dua hari dirawat di RSUD Wamena, Papua. Pelaku berbohong anaknya menderita penyakit sarampa, namun hasil pemeriksaan dokter menyatakan luka korban akibat penganiayaan.

Berdasarkan keterangan kerabat, pelaku diduga menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Jika terbukti bersalah pelaku akan dijerat UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sesuai pasal 80 ayat (3) ancaman pidana 15 th penjara dan atau denda sebesar Rp 3 M. Sesuai ayat (4) ditambah 1/3 pidana keseluruhan karena pelaku orang tuanya. Sesuai Permen PPPA Nomor 6 tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Keluarga sebagai akar utama berperan penting melindungi anak dengan memperkuat ketahanan dalam mengatasi segala persoalan yang mengancam, baik dari dalam maupun dari luar keluarga itu sendiri.

Pemda juga berperan dalam perlindungan anak sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemda yang menguatkan bahwa urusan perlindungan anak menjadi urusan wajib daerah, dimana penyediaan layanan bagi anak yang tidak mendapat pengasuhan orang tua yang baik atau disebut anak yang memerlukan perlindungan khusus wajib disediakan Pemda. (iwrilis)

Related Post