Thursday, 31 July 2014
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Pengurus Baru HMI Cabang Sukoharjo Dilantik »  Pembina Kwartir Ranting 110917 Simo Ikuti KMD » 
 
Home » Budaya » Hidupkan Kembali Kesenian Lewat Gebyar Budaya
BUDAYA

Hidupkan Kembali Kesenian Lewat Gebyar Budaya

Sunday, 16 December 2012 - 1824 Views
Peserta gebyar budaya 300x199 Hidupkan Kembali Kesenian Lewat Gebyar Budaya

Peserta gebyar budaya dari Kelurahan Banyuanyar sedang memamerkan hasil karajinan tangannya yaitu lilin dan tas songket di Taman Balekambang, Solo. | Foto Labib Zamani

INFOSOLORAYA.COM – SOLO – Wujud keprihatinan atas lunturnya kesenian tradisional Jawa serta semangat nasionalisme para generasi muda membuat pemuda Kecamatan Banjarsari, Solo mengadakan kegiatan Gebyar Budaya di Kawasan Wisata Taman Balekambang, Solo, Minggu (16/12/2012).

Dalam kegiatan itu diikuti sebanyak 13 kelurahan di Kecamatan Banjarsari, diantaranya ada Kelurahan Kadipiro, Kelurahan Kestalan, Kelurahan Timuran, Kelurahan Sumber, Kelurahan Nusukan, Kelurahan Mangkubumen, Kelurahan Banyuanyar, Kelurahan Keprabon, Kelurahan Ketelan, Kelurahan Gilingan, Kelurahan Punggawan dan Kelurahan Stabelan.

Masing-masing kelurahan itu menampilkan berbagai bentuk karya seni dan kerajinan tangannya. Ada yang menampilkan kesenian reog, ketoprak, pameran batik, peralatan rumah tangga dan lain-lainnya. Semua ada 13 stan yang digunakan peserta untuk pameran karya seninya.

Ketua Panitia Kegiatan Gebyar Budaya, Totok Prihantoro, mengatakan ada tiga konsep acara dalam kegiatan itu, antara lain perlombaan, pameran karya seni dan pentas kesenia. Ia menambahkan, selain diikuti 13 kelurahan, pihaknya mengundang peserta dari SD dan SMP seKota Solo untuk ikut menyemarakkan gebyar budaya itu. “Masing-masing sekolah itu nanti juga menampilkan kesenian yang dimilikinya,” katanya.

Diadakannya kegiatan itu, lanjut Totok ingin membuka kembali kesenian dan potensi yang ada di masing-masing kelurahan untuk dipamerkan serta dipublikasikan kepada masyarakat yang datang dalam acara itu serta masyarakat pendatang lain agar dapat dikenal. “Kami berusaha memberikan ruang untuk memublikasikan potensi untuk masing-masing kelurahan supaya dikenal,” jelas Totok

Sementara itu, salah satu peserta gebyar budaya dari Kelurahan Banyuanyar yang diketuai, Winarno, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan yang diadakan Kecamatan Banjarsari. Dalam pameran itu kelompok kerja (Pokja) dua ini memamerkan aneka jenis lilin serta tempat lilin. Kata Winarno, lilin-lilin itu merupakan hasil karya sendiri. Bahkan, aneka jenis lilinnya itu sudah dipasarkan keseluruh manca negara antara lain China, Tiongkok dan negara tetangga lainnya. “Lilin aroma terapi ini yang banyak kami kirim ke luar negeri,” terangnya.

Selain merambah kepasar-pasar internasional, hasil kerajinan tangan itu juga telah dikirim ke kota-kota di Indonesia seperti Demak, Kudus dan kota lainnya. “Untuk sekali produksi ini biasanya 300 sampai 400 buah lilin,” jelas Winarno.[bib@infosoloraya.com]

 

Related Post

Comment