Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Foto » Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar
FOTO

Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar

Monday, 15 July 2013 - 14217 Views
Ilustrasi Lampu Penerangan

Ilustrasi Lampu Penerangan

INFOSOLORAYA.COM – SOLO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjadi pilot project Penerangan Jalan Umum (PJU) pintar. PJU pintar yang rencananya akan segera diterapkan di Kota Solo ini, mampu menghemat listrik hingga 69 persen. Demikian disampaikan Badan Litbang Kementrian ESDM, Abdul Rifa’i kepada wartawan di Balaikota Solo, Senin (15/7).

PJU pintar dengan mengganti lampu otomatis ini sebelumnya sudah dilakukan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Ada 17 titik yang rencana akan kita ganti lampu PJU dengan daya watt lebih rendah. Namun, tidak mengurangi daya cahaya. Jadi masih tetap terang cahayanya,” kata Rifa’i usai mengelar pembicaraan bersama antara PLN Solo, Pemkot dan Kementerian di ruang rapat Walikota.

Ia mencontohkan, PJU pintar ini akan mengganti lampu berdaya 150 watt dengan lampu berdaya 70 watt. Meski lebih rendah, kualitas cahaya yang dihasilkan masih tetap terang. Bahkan, lampu PJU pintar ini mampu meredupkan cahaya lampu secara otomatis sesuai yang diinginkan, yakni melalui bay phone. Namun, lanjut Rifa’i untuk dapat mengendalikan lampu PJU pintar ini sebelumnya harus dilakukan materisasi.

“Kalau seumpama 10.000 lampu PJU di Kota Solo kita ganti dengan PJU pintar. Pastinya akan mampu menghemat pengeluaran anggaran perbaikan maupun perawatan,” jelas dia.

Meski demikian, dirinya saat ini masih akan membicarakan terkait besaran anggaran PJU pintar bersama dengan Direktorat Jenderal yang memiliki kewenangan lebih tinggi terhadap besaran dana anggaran. Katanya, sejauh ini baru pada tahap pengawalan dengan Pemkot. “Meterisasi ini bertujuan untuk mengetahui berat daya listrik yang telah digunakan dan berapa dana harus dibayarkan Pemkot ke PLN,” paparnya. Penggunaan lampu PJU pintar ini akan mampu menghemat pengeluaran sebesar Rp18 miliar per tahun.

Sementara itu, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan selama ini Pemkot masih menggunakan lampu PJU biasa. Sehingga per bulannya Pemkot harus membayar PLN sebesar Rp2 miliar. Sehingga dengan adanya pilot project Pemkot dengan Kementerian ESDM penggantian lampu PJU biasa menjadi PJU pintar. Diharapkan ke depan mampu menghemat listrik.(bib@infosoloraya.com)

Related Post

Comment