Friday, 24 November 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Karanganyar » Kue Berbahan Singkong “Wonorejo” Bikin Jooos
KARANGANYAR

Kue Berbahan Singkong “Wonorejo” Bikin Jooos

Saturday, 11 November 2017 - 15 Views

INFOSOLORAYA.COM-KARANGANYAR- Ada yang menarik dari potensi pertanian yang berada daerah Wonorejo,

Kecamatan Jatioso berupa keunggulannya dari singkong jarak towonya.Ternyata hasil penelitian bahwa  singkong jarak towo merupakan makanan sehat dan dapat mencegah kanker dan bisa untuk pengobatan yang terkenadiabetes. Demikian yang diungkapkan Rosse Fatimah Am. Keb Wonorejo,Kecamatan Jatioso.

“Khususnya untuk anak muda   yang lagi diet bisa makan singkong ini
karena sedikit mengandung serat ,”ujar Istri Sudrajad , Kades Wonorejo
yang juga bekerja di  Dinas Keseharan.

Keunggulan dari  singkong  jarak  towo di Wonorejo ini berbeda dengan
di daerah lain selain warnanya yang putih sangat menarik serta empur
singkongnya.Harganya juga  berbeda dengan harga singkong yang lain
sekitar Rp 3000/kg

Berawal potensi  yang menarik dari singkong jarak towo itulah,  Ibu
Rosse yang  biasa disapa menggerakkan ibu-ibu PKK untuk  untuk
mengolah singkong ini menjadi berbagai  bahan “panganan”  kue seperti
singkong keju, kripik singkong, lapis singkong, getuk singkong,
brownis singkong. Tiramisu singkong.

“ Alhamdulillah ibu ibu PKK pada senang melakukan usaha ini membuat
jajanan panganan kue dari bahan singkong jarak towo ini yang tentunya
bermanfaat bagi kesehatan dan tidak ada bahan pengawet,”ujarnya.

Menurut Bu Kades yang juga ketua penggerak usaha ketela singkong ini
mengaku sangat senang karena banyak masyarakat sekitarnya maupun di
Kabupaten Karanganyar  sudah mulai mengenal usaha aneka kue makanan
asal singkong di daerahnya.

“Tentunya  untuk melakukan promosi saya melakukan melalui fecabook,
twiteer dan berbagai media sosial lainnnya,”terangnya.

Bahkan  untuk mempromosikannya disamping media sosial juga ikut
berbagai event serta ikut karnaval tentunya dengan memperkenalkan
produknya.

“Alhamdulillah promosinya saat ini juga rencananya mau bikin website
mas,”ujarnya.

Yang menarik, ibu kades ini juga memperkenalkan  kue berbahan singkong
ini melalui kerjasama dengan Kampus Universitas Sebelas Maret yang
pada akhirnya mendapatkan penghargaan dari Menteri.

Meski usahanya masih terbilang baru sejak Febuari 2017 lalu, namun
kue singkong jarak towo asal Wonorejo sudah banya yang tahu.

“ Ini bisa dilihat banyak kue berbahan singkong Wonorejo sudah banyak
di outlet-outlet maupun warung di sekitaran Karanganyar,”terangnya.

Sekedar catatan untuk harga masih di bawah Rp 40.000, untuk pemesan
untuk jarak 40 km tidak dikenai biaya transportasi alias
gratis,sementara untuk pemesana lebih 40 km dikenai biaya tambahan
transportasi.

Ia merasa berterimakasih kalau Pemkab Karaganyar  sudi memperhatikan
dan memberikan dukungan usaha ini, bila tidak ada perhatian  pihaknya
juga tetap berjalan karena usaha ini juga bergerak bersama masyarakat.
Ini bukan bermaksud meminta bantuan dana, tetapi pada dukungannya saja
sudah berterimakasih.

Ia juga tidak bergantung pada pemerintah tapi bila pemerintah
memperhatikannya pihaknya berterimaksih tetapi jika pemerintah tidak
meperhatikan ia juga tidak ada masalah.

“Semoga usaha ini juga menjadikan inspirasi dari daerah lainnya dalam
menggali potensi daerah untuk kemajuan desanya,”pungkasnya.( Zul)

Related Post