Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Soloraya Update » Kun Prastowo Bikin Buku Cerita Rakyat
SOLORAYA UPDATE

Kun Prastowo Bikin Buku Cerita Rakyat

Thursday, 28 September 2017 - 113 Views

INFOSOLORAYA.COM- KOTA- Budaya literasi yg msh rendah di tengah masyarakat mendorong Kun Prastowo untuk mencoba menggali lagi crita rakyat di beberapa desa di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri.

Cerita rakyat yang hanya disampaikan dengan cara bertutur itu coba distrukturkan dalam bentuk tulisan dan dikemas menjadi buku.
Saat ini Kun Prastowo telah merampungkan empat buku cerita rakyat, diantaranya; Belik Wungu (Desa Slogohimo), Samparmega (Karang), Dam Natah Nyi Randa Drema (Gunan) dan Kyai Tunggur (Tunggur).

“Saat ini tengah saya tulis cerita rakyat untuk Desa Made yang menceritakan asal muasal mengapa desa di sebekah barat gunung Braja itu diberi nama Made,” tutur Kun Prastowo kepada infosoloraya.com di ruang kerjanya di Solo.
Budaya literasi dan minat baca yang masih rendah di tengah masyarakat mendorong Kun Prastowo untuk mencoba menggali cerita rakyat di beberapa desa di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri.
Cerita rakyat yang hanya disampaikan dengan cara bertutur itu coba distrukturkan dala m bentuk tulisan dan dikemas menjadi buku.
Saat ini Kun Prastowo telah merampungkan empat buku cerita rakyat, diantaranya; *Belik Wungu* (Desa Slogohimo), *Samparmega* (Karang), *Dam Natah Nyi Randa Drema* (Gunan) dan *Kyai Tunggur* (Tunggur).
“Saat ini tengah saya tulis cerita rakyat untuk Desa Made yang menceritakan asal muasal mengapa desa di sebelah barat gunung Braja itu diberi nama Made,” tutur Kun Prastowo.

Di Kecamatan Slogohimo ada 15 desa dan 2 kelurahan. Artinya setelah merampungkan 5 judul buku berarti masih kurang 12 lagi judul lagi. Rencananya akan bekerjasama dengan *Komunitas Janggleng* Slogohimo yang juga peduli pada budaya tulis.

“Nantinya akan kita carikan sponsor agar bisa menjadi penghuni perpustakaan sekolah dan akan digelar pameran jalanan pada car free day di Alun-Alun Wonogiri bersama komunitas *Triken Publisher* Wonogiri,” pungkas Kun Prastowo.
( Zul)

Related Post