Wednesday, 15 August 2018
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Budaya » Malam Tahun Baru Bersama Dalang Pancen Oyee
BUDAYA

Malam Tahun Baru Bersama Dalang Pancen Oyee

Sunday, 31 December 2017 - 128 Views


INFOSOLORAYA.COM-KARANGANYAR-Malam pergantian tahun 2017/2018 dijalani dengan berbagai kegiatan.
Antara lain pentas wayang kulit Ringgit Purwo semalam suntuk, Minggu (31/12) di Monumen Ibu Tien Soeharto di Jaten Karanganyar.

Hadir sebagai dalang Kie Empu Mantep Sudarsono dengan lakon Babad Ngastino. Hadir pula Kie Suro Agul-agul Begug Poernomosidi, serta para dalang, sworowati dan pandemen.
Begug mengatakan, acara ini diselenggarakan pecinta budaya jawa asli Wayang Kulit.

“Tujuane ngumpulaken balung pisah sinambi mriksani ringgit purwo,” kata Begug Poernomosidi. Para budayawan harus bersatu. Bangsa tampa budaya tidak akan berjalan baik. Budayawan harus turut menyelamatkan wayang untuk generasi selanjutnya. “Tahun ini, kebangkitan wayang kulit purwo,” kata Begug.

Sementara itu, Kie Matep, ternyata baru saja menerima penghargaan Internasional sebagai Dalang Maestro Unesco dari Mensos RI Indar Parawansa. Penghargaan diserahkan 19 Desember lalu bersamaan peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional.

Selain itu, pentas wayang ini untuk mengenang (Alm) Darmadi (adik kandung Kie Mantep Sudarsono ke 6 dari 7 bersaudara).

Alm Darmadi meninggal pas pendak Rabo Pon mayang di Monumen Tien Soeharto.

Hal lain adalah dalam rangka pergantian tahun 2017 ke 2018. Kie Mantep berharap tahun 2018 akan lebih baik.
Tahun 2018 adalah tahun politik. Dia berpesan politikus tak membingunkan rakyat. “Piyayi politik iku ojo mbingungi rakyat. Jadilah politik berbudaya. Bukan budaya politik,” kata Kie Mantep.

Maksudnya, politikus yang menjaga sopan santun, tata kram*, jujur dan menjaga amanah rakyat.
Sedangkan budaya politik bukan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Ditambahkan, tahun ini tahun dal (tahun jawa 1951). Tahun dal artinye dugi (datang) condro sengkolo, tumpak mendok. Tumpak itu artinya hari Sabtu, Mendo artinya wedus/kambing.
Jadi, bisa dimaknai tahun kambing hitam. Wong cilik tetap berpeluang menjadi kambing hitam/selalu dikambinghitamkan. Wong cilik jadi alasan.

“Mung kari pinter-pinter-e rakyat. Rakyat sakiki kudu lewih pinter, mugo titen. Ooo gur ngono kuwi. Rakyat kudu iso merguru karo kahanan,” kata Mantep. (baguss)

Related Post