Wednesday, 15 August 2018
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Olah Raga » Marquee Player Mampu Dongkrak Penonton
OLAH RAGA

Marquee Player Mampu Dongkrak Penonton

Thursday, 14 June 2018 - 33 Views

 

Infosoloraya.com, Wonogiri- Ramadhan Cup) Slogohimo – Perhelatan event turnamen sepakbola Ramadhan Cup di lapangan Bondalem Slogohimo telah berakhir dan menghasilkan kesebelasan *Bulusari keluar sebagai juara* setelah mengalahkan Gunan, 3-2 di pertandingan final (Minggu, 10/6).

Event olahraga dengan sponsor utama RS Amal Sehat Wonogiri yang diikuti delapan (8) kesebelasan terbaik di Kecamatan Slogohimo itu berlangsung lancar walau masih terdapat kekurangan di berbagai sisi. Minimal; sebuah hajatan olahraga yang banyak menghadirkan adu badan dan sarat dengan emosi serta fanatisme penonton, lalu tidak terjadi kerusuhan, itu sudah menjadi sebuh prestasi tersendiri.

Tercatat hanya satu kartu merah dan 13 kartu kuning yang dikeluarkan korp wasit dari Persiwi Wonogiri. Ini sebuah penanda bahwa pertandingan ke pertandingan berlangsung dengan tempo sedang, disamping tentunya kepemimpinan wasit yang tegas dan cermat dalam menilai pelanggaran.

Animo penonton selama babak penyisihan, dimana ‘dihidangkan’ 12 pertandingan ternyata belum mendapat respon dari penonton, rata-rata hanya dihadiri 400 penonton per pertandingan. Pada babak semifinal, penonton mulai meningkat jumlahnya diangka 1.000 penonton dan puncaknya pada babak final ditonton 2.500 orang.

Ada beberapa sebab mengapa penonton tidak lagi berminat hadir di lapangan, diantaranya; (1) model grup denga sistem pertandingan stengah kompetisi membuat pendukung memilih pertandingan yang paling seru dan pertandingan terkesan monoton, (2) minimnya publikasi panitia membuat masyarakat tidak mendengar kabar adanya event turnamen, (3) iklim sepakbola di Kecamatan Slogohimo telah mengalami penurunan animo.

Hadirnya Septian David Maulana, bintang Timnas U-23 yang memperkuat kesebelasan Gunan pada partai final ternyata menjadi pembeda.

Septian David layaknya _marquee player_. Dalam istilah Liga 1, _marquee player_ adalah pemain asing dengan _salery cap_ (bayaran tertentu).

Demikian halnya Septian David yang dikontrak dengan bayaran ‘wah’ mampu memberi nuansa berbeda. Satu ‘sejarah’ telah tercipta di Kecamatan Slogohimo dimana seorang pemain Timnas Indonesia bersedia bermain dengan ‘cah ndesa’ dalam sebuah arena tarkam. Hal ini tentu akan menjadi penyemangat bagi komunitas sepakbola di Slogohimo pada waktu kedepan agar mampu memompa iklim sepakbola dan bisa menghadirkan ‘Septian David’ produk Slogohimo.

Bagi Desa Gunan yang berniat mengembalikan citra baiknya berkaitan supporter sepakbola, nampaknya dapat menuai hasil sebagaimana yang diharapkan. Supporter Gunan tampil dominan sepanjang pertandingan dan menjadi ‘tontonan’ tersendiri di luar lapangan.

Bagi ‘cah ndesa’ yang berkesempatan tarung di tengah lapangan dengan Septian David Maulana tentu menjadi cerita tersendiri sepanjang pebgalamannya menjadi pesepakbola. Sepintas, pemain Bulusari mampu meredam kemampuan gelandang milik Mitra Kukar itu. Berkali-kali mereka melakukan marking ketat dan tidak mudah dilewati.

Sepakbola selalu menghadirkan cerita. Tentu masih banyak rangkaian cerita yang dapat dirangkum, tapi karena keterbatasan penulis tentu kurang elok kalau semua ditampilkan.

Sebagai pamungkas ulasan; nampaknya sistem pertandingan setengah kompetisi dalam turnamen sepakbola Ramadhan Cup perlu ditinggalkan dan tahun depan memakai model open turnamen dengan sistem gugur. Kemudian dibuka seluas-luasnya kran pemain bond-bonan agar tidak mempersulit kerja panpel.

Pergelaran event turnamen sepakbola Ramadhan Cup telah usai; _tetapi semangat dan jiwa korsa untuk membangkitkan lagi gairah sepakbola di Kecamatan Slogohimo akan tetap menyala_.
*Kun Prastowo, pengamat sepakbola Slogohimo* ( Diolah Redaksi/ Zul)

Related Post