Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Foto » Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut
FOTO

Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut

Friday, 22 February 2013 - 9888 Views
KAMMI UMS gelar aksi damai di pertigaan UMS Solo | Foto Labib Zamani

KAMMI UMS gelar aksi damai di pertigaan UMS Solo | Foto Labib Zamani

INFOSOLORAYA.COM – SUKOHARJO – Penegakan hukum yang carut marut dan belum rampungnya sejumlah kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia seperti kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Bank Century, rekening gendut Polri, Wisma Atlet, simulator SIM, Hambalang, dan lainnya.

“Maraknya kasus korupsi yang seakan telah membudaya di Indonesia pun mencerminkan buruknya penegakan hukum di negara ini. Penegak hukum dan pejabat pemerintah yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat justru memberikan contoh yang tidak baik. Hukum yang seharusnya menjadi pegangan dalam penegakan keadilan justru diperjual-belikan demi kepentingan penguasa,” jelas koordinator Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rendi Handoko di sela-sela aksi damainya di pertigaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (22/2/2013).

Selain itu, aksi damai yang dilakukan puluhan mahasiswa itu juga menuntut penyelesaian kasus Century yang selama ini terkesan mengambang. Keadaan ini diperburuk dengan banyaknya pejabat pemerintah, penegak hukum, dan kader partai politik yang berkuasa yang trejerat kasus korupsi . Keadaan ini mengakibatkan semakin menurunnya kepercayan masyarakat terhadap pemerintah.

Rendi mencontohkan, mega skandal yang sampai sekarang tidak jelas nasibnya itu adalah kasus bank Century. Menurutnya, akibat kasus Bank itu negara menagalami kerugian sekitar Rp6,7 triliun. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat  justru dialirkan ke bank kecil (Century) yang sedang sakit.

“Penegakan hukum yang terjadi di negara kita ini tidak tegas. Padahal kasus Bank Century ini sudah lama dan samapai sekarang dalang dari kasusu ini belum juga ditemukan,” tegas Rendi. Menanggapi hal itu, KAMMI Sukoharjo menyatakan sikap tegasnya agar KPK segera menyelesaikan kasus Century, menangkap Boediono sebagai otak intelektual kasus Century, dan mengadili Sri Mulyani sebagai dalang Century.(bib@infosoloraya.com)

Related Post

Comment