Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Foto » Permintaan Jajanan Khas Wonogiri Meningkat
FOTO

Permintaan Jajanan Khas Wonogiri Meningkat

Monday, 23 July 2012 - 5809 Views

Bupati H Danar Rahmanto dan Ketua DPRD Wawan Setya Nugraha bersama perajin makanan khas Wonogiri di Ngadirojo

INFOSOLORAYA.COM – WONOGIRI – Persiapan menyambut para pemudik pulang kampung, sejumlah perajin makanan khas Wonogiri dan jajanan tradisional mulai meningkatkan produksinya. Sebab mulai awal puasa kemarin permintaan terhadap terus meningkat.

Seperti dikemukakan oleh Sarto (57) perajin abon sapi dan keripik urat di Dusun Kebonarum, Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Dan, Saimin (53) perajin jajanan tradisional di Desa Geneng RT1 RW12 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Wonogiri.

Menurut keduanya, sejak awal Juni lalu, sudah mulai meningkatkan produksinya hingga dua kali lipat lebih banyak dari pada biasanya. Sarto menghabiskan enam kuintal daging sapi per hari untuk membuat abon sapi.

Padahal, biasanya ia hanya menghabiskan sekitar dua atau tiga kuintal daging sapi. “Setiap bulan puasa seperti ini, produksinya meningkat lebih banyak,” katanya. Dijelaskan, setiap 10kg daging bisa menghasilkan 6 kg abon. Sehingga selama bulan puasa ini, Sarto rata-rata membuat 3,6 kuintal abon.

Karena Sarto dan 10 karyawannya bekerja keras untuk meningkatkan produksi. Biasanya, mereka mulai jam 07.00 sampai 12.00 Wib. Pada bulan puasa ini mereka baru kelar pada pukul 17.00.

Abon buatannya dipasarkan di Wonogiri, Solo, bahkan hingga ke Jakarta. Abon sapi manis dijual Rp 125.000/ kg. Abon sapi pedas dijual seharga Rp 130.000/kg. Begitu abon dikemas langsung langsung diambil pembeli.

Namun demikian para perajin abon saat ini terkendala naiknya harga daging sapi yang mencapai Rp 65.000/kg. Sebelumnya hanya berkisar Rp 52.000/kg. “Dalam seminggu, harga daging sapi bisa naik dua kali,” katanya.

Sementara Saimin perajin geti Geneng Purwosari mengatakan, selama Ramadan, industri rumah tangganya bisa membuat satu ton geti, setengah ton enting-enting, dan tiga kuintal ampyang. Karena permintaan jajanan pasar di bulan Ramadan ini meningkat drastis.[bagus@Infowonogiri.com]

Related Post

Comment