Tuesday, 22 July 2014
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Pengurus Baru HMI Cabang Sukoharjo Dilantik »  Pembina Kwartir Ranting 110917 Simo Ikuti KMD » 
 
Home » Foto » Perubahan Perda Terkait Nasib Perangkat Desa
FOTO

Perubahan Perda Terkait Nasib Perangkat Desa

Sunday, 30 December 2012 - 1805 Views
soloraya wakil bupati wonogiri 300x199 Perubahan Perda Terkait Nasib Perangkat Desa

Wakil Bupati Wonogiri (tengah) didampingi pembicara seminar dari Dewan Riset Daerah Dr. Wibowo Murti Samadi

INFOSOLORAYA.COM – WONOGIRI – Rapat Paripurna DPRD Wonogiri yang salah satunya membahas hasil pembahasan panitia khusus (pansus) mengenai usia pensiun perangkat desa berlangsung panas. Sejumlah anggota DPRD memilih walkout dari paripurna.

Hal itu dipicu hasil pembahasan pansus yang dinilai berpotensi menghambat langkah perangkat desa yang telah pensiun untuk menjabat lagi. Saat ini, ada 141 perangkat desa yang telah pensiun lantaran usianya melebihi 60 tahun.

Dalam paparan Pansus III DPRD Wonogiri terkait perubahan atas Perda Nomor 5/2007 Pasal I Ketentuan Pasal 25 huruf a poin 2 disebutkan. “Bagi sekretaris desa non-PNS, kepala urusan, dan kepala dusun yang sudah berhenti tetapi belum diisi dan dinilai masih produktif, dapat diberi peluang untuk diikutkan kembali sebagai calon perangkat desa sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pimpinan sidang, Wawan Setya Nugraha, sempat meminta waktu untuk mengadakan rapat terbatas antara pimpinan sidang, Bupati, bagian hukum, bagian pemerintahan desa, dan ketua pansus di luar paripurna. “Masih ada kemungkinan salah persepsi atas hasil ini. Jadi kami usulkan rapat pimpinan khusus agar semuanya jelas,” kata Wawan.

Namun, anggota Pansus III menyatakan keberatan atas usulan itu. Mereka merasa kerja keras menyusun raperda tersebut sudah maksimal. Pimpinan sidang, anggota pansus dan sejumlah perangkat desa yang hadir dalam paripurna juga sempat mengadakan pembicaraan di sela-sela skorsing sekitar 10 menit.

Sayangnya, pembicaraan itu juga tidak membawa hasil. Suasana semakin panas saat pimpinan sidang memberi waktu perwakilan perangkat desa untuk berbicara 10-15 menit. Sikap itu ditentang sejumlah anggota DPRD yang akhirnya memilih walkout, alasannya agenda Rabu itu adalah rapat paripurna bukan hearing.

Sekretaris Pansus III, Sunarmin, menjelaskan poin 2 dalam perubahan Perda Nomor 5/2007 dipilih Pansus III dengan pertimbangan hukum. Menurutnya, tidak mungkin perangkat desa yang sudah dipensiunkan diangkat lagi. Dia menyebutkan kemungkinan untuk mengembalikan jabatan perangkat desa yang telah pensiun adalah melalui seleksi ulang. “Itulah yang maksimal bisa kami lakukan,” ujar dia. [bagus]

Incoming search terms:

Related Post

Comment