Saturday, 26 July 2014
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Pengurus Baru HMI Cabang Sukoharjo Dilantik »  Pembina Kwartir Ranting 110917 Simo Ikuti KMD » 
 
Home » Foto » Petani Semin di Wonogiri Kewalahan Order Buah Naga
FOTO

Petani Semin di Wonogiri Kewalahan Order Buah Naga

Saturday, 30 March 2013 - 481 Views

Bupati bersama Wamentan tengah dengan Ketua BPS Wonogiri Agus 300x148 Petani Semin di Wonogiri Kewalahan Order Buah NagaINFOSOLORAYA.COM – WONOGIRI – Setelah menjadi juara 1 lomba ketahanan pangan tingkat nasional di tahun 2012 lalu, nama Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi kian mencuat.

Banyak rombongan dari dinas dan instansi maupun kelompok masyarakat yang ingin melihat lebih dekat bagaimana desa tersebut mampu mewujudkan kemandirian pangan lewat program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).

“Tamu-tamu datang dari mana-mana. Dari Purbalingga, Kebumen, Semarang, Ungaran, Bengkulu, bahkan dari Pontianak melakukan study banding di sini untuk menerapkan di mereka masing-masing bagaimana mewujudkan kemandirian pangan,” ungkap ketua kelompok tani Melati, Darmini.

Hal itu diungkapkan di hadapan Wakil Menteri  Pertanian (Wamentan) DR. Rusman Heriyawan dan rombongan, Kamis (28/3) kemarin. Wamen juga sengaja datang karena tertarik setelah mendengar berita bagus di Semin Nguntoronadi. Wamentan hadir bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional Ahmad Suryana dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tangah Ir. Gayatri Indah Cahyani, M.Si.

“Ini percontohan agribisnis kecil-kecilan dalam keluarga. Tapi prakteknya menjadi agribisnis lokal yang secara ekonomi dan sosial bermanfaat bagi semuanya,” puji Wamentan. Wamentan berpesan agar kegiatan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan terus dijaga. Wamentan tidak mau ada istilah gulung tikar. Saat ini berhasil, lain kali sudah bubar.

Desa Semin sukses agribisnis dipelopori oleh kelompok petani wanita “Melati” melalui program P2KP sejak 2010 hingga 2013 ini. Berkat keuletan kaum hawa, Desa Semin menjadi kawasan sentra buah naga. Sedari menanam hingga kini, penduduk setempat telah memanen buah naga sebanyak empat kali.

“Sejak saat itu, kami kewalahan menerima pesanan pembeli. Karena stok buah naga semakin terbatas seiring datangnya musim kemarau saat ini. Pembelinya datang sendiri dari mana-mana, kami tidak melakukan promosi. Ada yang pribadi ada yang rombongan, mungkin karena diberitakan koran  .” katanya.

Petani Melati menjual buah naga seharga Rp.15/kg. Harga murah berkualitas buah naga organik. Penannya sangat diterima pasar. “Kita sudah panen sebelas ribu lebih buah naga dengan hasil penjualan sekitar Rp.17 juta,” bebernya.

Saat ini buah naga di Semin sudah 50 % masuk masa produktif. Ke depan akan dirintis dirintis berbagai alternatif olahan buah naga dan untuk pemasaran akan dicoba kerjasama kemitraan. Itu dilakukan untuk antisipasi kian banyaknya panen buah naga. Sementara pada kesempatan tersebut Wamentan memberikan bantuan 14 bibit sayuran. [Bagus]

Related Post

Comment