Tuesday, 17 July 2018
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Soloraya Update » Prihatin !! Di Sukoharjo Ada 3.451 (BAB) Pakai Jamban Di Sungai
SOLORAYA UPDATE

Prihatin !! Di Sukoharjo Ada 3.451 (BAB) Pakai Jamban Di Sungai

Monday, 18 December 2017 - 68 Views

 

Ilustrasi

Infosoloraya.com, Sukoharjo —Memprihatinkan ternyata masih banyak warga Sukoharjo saat buang air besar( BAB) masih memakai jamban sungai.

Kondisi di wilayah Pemkab Sukoharjo ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Nasrudin,belum lama ini.

‘ Ada 3.451 keluarga yang tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo belum memiliki jamban dan masih melakukan Buang Air Besar (BAB) di jamban sungai,’ Kata Nasrudin,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo belum lama ini  Senin ( 18/12)

Keprihatinan ini membuat  Pemerintah Kabupaten Sukoharjo meerogoh anggran sebesar Rp 5,176 miliar untuk pembuatan jamban keluarga.

” Tujuan dari bantuan dari Pemkab Ini untuk  mewujudkan Kabupaten Open Defecation Free (ODF),” Katanya.

Meski begitu pihaknya sebelumnya melakukan verifikasi ulang data dari rumah yang masih memakai jamban melalui sungai.

Pemkab anggarkan dana stimulan berkisar Rp 1,5 Juta untuk per Kk sebagai sarana pembuatan jamban.

Anehnya meski pihak DKK Sukoharjo sudah verifikasi data rumah yang masih memakai jamban sungai atau kali, sejumlah titik di wilayah Karangdowo, Desa Weru, Karanganyar, Ban mati masih ada banyak lagi yang bekum mendapatkan bantuan perbaikan jamban.

Hal ini seperti yang diungkapkan Herdi,aktifis mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Sukoharjo.

” Saya apresiasi atas bantuan tersebut, namun demikian Pemkab Sukohatjo harus meneliti kembali sejumlah warga yang belum menerima. Jangan asal percaya saja sama bawahan, tolong di cek lagi dong,” pungkasnya ( Zul)

Related Post