Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Budaya » Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati
BUDAYA

Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati

Sunday, 9 September 2012 - 20776 Views

Pementasan Matah Ati | Foto Bagus

INFOSOLORAYA.COM – WONOGIRI – Sebanyak 26 prajurit wanita dipimpin oleh seorang “jendral” wanita bergelar Bandoro Raden Ayu (BRA) Roro Matah Hati (Matah Ati) semalam tampil memukau pada pagelaran penas seni “Matah Ati”, Sabtu (8/9) yang digelar di panggung di Puro Mangkunegaran Surakarta.

Siapa sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati ?. Ternyata Raden Matah Ati adalah seorang perempuan Desa yang benama asli Rubiah, kemudian bergelar Roro, setelah dinikahi oleh seorang raja diberi gelar Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati.

Rubiah adalah anak kandung Hasan Nuriman. Hasan Nuriman adalah guru KGAP ke I Surakarta, dan juga mertua dari KGPA ke I Surakarta. Rubiah dinikahi oleh Raden Mas Said yang bergelar Pangeran Samber Nyawa.

Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati meninggal dunia dan dimakamkan sekitar tahun 1814 Masehi, karena sakit. Jenasahnya dimakamkan di Makam-makam keluarga Mangkunegaran di Gunung Wijil Kecamatan Selogiri. Berjarak sekira 1 Km ke arah barat dari Kecamatan Selogiri.

Selain Roro Matah Hati, juga ada sebanyak 26 makam prajurit wanita yang setia sehidup semati mendampingi Roro Matah Hati. Makam Roro Matah Hati dan makam makam para prajuritnya.

“Ini yang ada di dalam, nisan makam Roro Matah Hati,  yang diluar itu prajurit wanitanya yang setia sehidup semati. Matinya pun meminta dimakamkan di dekat panglimanya, Roro Matah Hati,” ujar juru kunci Makam Mangkunegaran Gunung Wijil Selogiri Rukiman (63), kemarin.

Rombongan keluarga Jendral Tri Sutrisno | Foto Bagus

Sabtu (8/9) sore kemarin, makam Matah Hati dikunjungi keluarga jendral dan pejabat. Antara lain Letnan Jendral Suryo Prabowo (Purn) mantan Kasum TNI, Letkol Inf Ahmad Supriyadi Danrem 074 WRT Surakarta, Dandim 0728 letkol Inf Sumardjoko, Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto dan Camat Selogiri.

Suryo Prabowo hadir bersama istri dan keluarga besarnya. Termasuk di antara rombongan ada seorang lelaki yang disebut sebut bernama Letkol Inf Kunto Arif Wibowo Dan Brigif 6 Kostrad, anak kandung Jendral TNI (Purn) Tri Sutrisno yang juga mantan Wakil Presiden RI Soeharto.

Rombongan Suryo Prabowo yang berjumlah sekitar 10 orang, datang berziarah ke Makam BRA Roro Matah Hati sekira pukul 14.30 Wib sampai 15.00 Wib. Kedatangan keluarga Jendral ini disambut Bupati H Danar Rahmanto dan Camat Selogiri Bambang Haryanto.

Mereka langsung masuk ke Astana Giri Gunung Wijil. Namun apa yang dilakukan di dalam Astana Giri Gunung Wijil wartawan tidak diperkanankan masuk. Rombongan juga didampingi oleh juru kunci makam tersebut, yaitu Rukiman.

Menurut versi ajudan Suryo Prabowo dan juga Rukiman, kedatangan keluarga Suryo Prabowo tidak lain dalam rangka berziarah ke makam keluarga Roro Matah Hati. Rombongan penasaran ingin mengetahui dari dekat kebaradaan makam Roro Matah Hati.

Kebetulan, nama Roro Matah Hati  kini dibicarakan oleh pecinta seni dan sejarah di Indonesia, bahkan di manca negara. Terlebih nama Roro Matah Hati juga menjadi “judul” pentas seni panggung di Surakarta, Sabtu malam. Sebelumnya juga telah dipentaskan di Jakarta dan di Singapura.

Kembali ke sejarah Roro Rubiah. Jejak langkah Roro Rubiah sampai saat ini masih ada peninggalannya di Selogiri. Tidak hanya batu nisan dan bangunan yang menyertaninya. Namun tanah peninggalan ayah kandunnya, Hasan Nuriman, masih ada di Selogiri.

Yaitu di Desa Matah, di dekat masjid Matah Desa Singodutan Selogiri, atau sekitar 4 KM dari Makam Astana Giri Gunung Wijil. Namun tanah tersebut sampai saat ini tidak ada yang ngopeni. Menurut juru kuncinya, tanah tersebut angker (wingit).

Sedangkan anak anak keturuannya tinggal di Bekasi, sebagai pengusaha di sana, yaitu pengusaha penggilingan baksi. Keturunan yang di Bekasi tersebut adalah keturunan ke 13 dari Roro Matah Hati.

Roro Matah Hati memiliki dua orang anak. Yaitu Sultan Hadi Wijoyo (makamnya di Salatiga) dan di Purwokerto Banyumas. “Yang di Banyumas saya lupa namanya,” kata Rukiman.[bagus@infowonogiri.com]

Related Post

Comment