Friday, 15 December 2017
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Index » Tahun 2014, UMK Solo Naik 25%
INDEX

Tahun 2014, UMK Solo Naik 25%

Saturday, 19 October 2013 - 11224 Views
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) saat menerima penghargaan WTN dari Kementerian Perhubungan RI

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan) saat menerima penghargaan WTN dari Kementerian Perhubungan RI

INFOSOLORAYA.COM-SOLO-Akhirnya para pekerja dapat sedikit lega dengan diputuskannya Upah Minimun Kota (UMK) Solo tahun 2014 sebesar Rp. 1.145.000, yang berarti besaran UMK Solo 2014 naik sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (17/10). “Yang jadi pertimbangan dalam menentukan UMK kali ini adalah survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bulan September ditambah prediksi pertumbuhan ekonomi di kota Solo sebesar 5 persen ,”

Masih menurut Rudy, Penambahan 25 persen tersebut dimaksudkan untuk menghadapi kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan riil di tahun depan, seiring  dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang harus dihadapi. Adapun besaran KHL September kemarin  adalah Rp. 1.090.000.

Ada 3 unsur yang terlibat dalam pembahasan UMK  ini, yakni dewan pengupahan, Pemkot dan buruh berjalan cukup alot. Hal itu dikarenakan adanya  3 nominal besaran KHL, baik dari kalangan buruh, pengusaha maupun dewan pengupahan sendiri, yang akan di jadikan acuan  Pemkot dalam menentukan besaran UMK.

Selanjutnya dari hasil keputusan besaran UMK Solo tersebut akan segera diserahkan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Jumat (18/10) ini, untuk segera disahkan. Mengingat Gubernur lah nantinya yang berwewenang menetapkan ataupun merevisi putusan UMK dari Walikota.

Meskipun angka nominal besaran UMK tersebut masih di bawah angka yang diusulkan buruh, yaitu sebesar Rp. 1.282.620 per bulan, namun buruh merasa lega atas kenaikkan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Baik dari kalangan buruh yang diwakili Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Solo, maupun pengusaha yang diwakili  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kota Solo. Besaran nominal UMK tersebut akan dijadikan pertimbangan bagi sesama buruh maupun pengusaha. (Agung)

Related Post