Friday, 1 August 2014
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Pengurus Baru HMI Cabang Sukoharjo Dilantik »  Pembina Kwartir Ranting 110917 Simo Ikuti KMD » 
 
Home » Index » Terlibat Penipuan, CPNS/Mantan Pegawai BPD Klaten Ditangkap Polisi
INDEX

Terlibat Penipuan, CPNS/Mantan Pegawai BPD Klaten Ditangkap Polisi

Tuesday, 8 May 2012 - 2075 Views

klaten tersangka mantan bkd 300x199 Terlibat Penipuan, CPNS/Mantan Pegawai BPD Klaten Ditangkap PolisiINFOSOLORAYA.COM- KLATEN —Seorang calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Klaten, Sumarsono, 44, ditangkap oleh aparat Polres Klaten. Tersangka terbukti telah menipu korban, Sri Winarti, 60, warga Dukuh Karangasem, Desa Bero, Kecamatan Trucuk, senilai Rp70,3 juta.

Kejadian bermula saat Sumarsono bertandang ke rumah Winarti, pada 6 Juni 2011 lalu. Dalam kesempatan itu, Sumarsono yang pernah menjadi PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten selama 13 tahun itu, ingin membantu menguruskan penambahan uang pensiun suami Winarti, ke PT Taspen di Solo. Ia membantu dengan syarat harus diberi uang Rp2,2 juta sebagai uang pelicin penambahan gaji pensiun suaminya itu.

Di saat yang sama, pelaku juga menjanjikan kepada korban, bisa membantu anak Winarti menjadi PNS. Untuk keperluan proses tersebut, Winarti pun memberikan sejumlah uang kepada Sumarsono secara dicicil dalam kurun waktu 9 juni 2011 hingga 5 maret 2012.

Karena anak Winarti yang kala itu masih berstatus sebagai guru TK honorer di Trucuk, korban pun menaruh curiga kepada Sumarsono. Akhirnya Winarti melaporkan tindak penipuan tersebut kepada polisi. Apalagi setelah mendapatkan uang dengan total Rp70,3 juta, nomor ponsel Sumarsono juga sulit untuk dihubungi. Korban juga mulai sulit untuk bertemu dengan pelaku.

Menurut pengakuan Sumarsono, uang tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa di antaranya yakni Rp3 juta untuk imposing pensiun, Rp32,5 juta untuk proses CPNS, Rp1,5 juta untuk memperlancar proses turunnya peraturan menteri keuangan (PMK), Rp23 juta untuk camat, Rp8 juta untuk staf ahli bupati dan Rp1,4 juta sebagai biaya perjalanan. Uang sisanya, kata dia, digunakan untuk keperluan pribadi.

“Saya kesulitan untuk memasukkan orang sebagai PNS karena saat itu juga tidak ada formasinya. Kedua karena saya sejak 2007 sudah dipecat sebagai PNS, jadi saya sudah tidak memiliki akses untuk meloloskan orang,” terang Sumarsono.

Dulu, imbuh Sumarsono, saat masih menjadi pegawai di BKD Klaten, dia bisa dengan leluasa memasukkan orang menjadi PNS, sebab dia memiliki akses ‘orang pusat’ di Kementerian Dalam Negeri untuk meloloskannya. Dia berhasil memasukkan dua orang sebagai guru dengan uang pelicin Rp40 juta. Hal itu bisa dilakukannya karena saat itu formasinya juga masih ada. Sumarsono sendiri dipecat dari BKD karena indisipliner karena sudah tiga bulan tidak masuk kerja. “Sekarang sama sekali tidak punya akses karena orang pusat itu juag sudah pensiun,” katanya.

Kasatreskrim Klaten, AKP Rudi Hartono, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Kalingga Rendra Raharja, mengatakan atas tindakan penipuan atau penggelapan yang dilakukan pelaku, Sumarsono dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara maksimun empat tahun penjara.[yuansa@infoklaten.com]

Incoming search terms:

Related Post

Comment