Wednesday, 15 August 2018
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Kesenian Tradisional Kethek Ogleng Ciri Khas Wonogiri »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut » 
 
Home » Nasional » Warga Nguter: Tutup PT RUM
NASIONAL

Warga Nguter: Tutup PT RUM

Friday, 19 January 2018 - 570 Views


INFOSOLORAYA.COM-SUKOHARJO-Rasa kecewa dan marah tak lagi dapat ditahan. Ribuan masyarakat Sukoharjo dan Wonogiri menuntut agar Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menutup PT RUM di Kawasan Industri Nguter (KIN) Sukoharjo.

Pasalnya pabrik tersebut dianggap sebagai biang keladi yang menyebabkan bau busuk, bau sepitank, bau telur busuk dan comberan. Pasalnya mereka telah ngempet perasaan itu beberapa bulan lalu.


Rasa kecewa dan marah itu, mereka lampiaskan dengan menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (19/1). Ada ribuan massa yang turun ke jalan. Mereka berangkat dari Pos Pertigaan Songgorunggi, menuju ke arah Kota Kabupaten, ke Proliman Sukoharjo, ke Rumah Dinas Bupati Wardoyo, ke Kantor Bupati dan ke DPRD II Sukoharjo.

Menurut peserta, sudah puluhan orang bahkan kemungkinan telah mencapai ratusan orang yang mngungsi karena merasakan sakit perut, pusing dan muntah, akibat bau busuk limbah dan polusi yang diduga dari Pabrik RUM. Lihat warga kami banyak yang mengungsi, karna tak kuat bau busuk. Peserta aksi mengusung poster dan menampilkan adegan teatrikal di Proliman di bawah Monumen Adipura Sukoharjo. “Ora iso sabar selak modar. Tutup PT RUM,” dalam spanduk.


“Aku Bukan Hama Jangan Kau Racuni”. FKAM. Bau Pabrikmu Menyiksaki Tutup PT RUM dan lain lainya. Mereka mempertanyakan mana wakil rakyat yang mengaku membela umat islam? Mana yang mengaku partai yang mengaku membela wong cilik? Mana pejabat yang merakyat?

Bukankah ini soal kesehatan masyarakat? Ini menyangkut kenyamanan! Ini menyangkut ketertiban umum. “Mereka warga Sukoharjo, sebagai warga Wonogiri, ada sedikit. Mereka bayar pajak semua. Mereka rakyatmu, mereka rakyat Indonesia. Mana katanya cinta NKRI,” ujar Slamet salah satu peserta aksi?. Sementara itu sejumlah aparat dan satpol PP turun mengamankan situsi arus lalulintas. Peserta aksi terus bergerak. Meski suasana mendung berkabut dan gerimis tetap takmenyurutkan mereka untuk menuntut PT RUM agar ditutup. (baguss)

Related Post