Saturday, 22 November 2014
NEWS TICKER
IAIN Surakarta Buka Dua Jalur Pendaftaran SPMB »  Piye Kabare Bro…..Cermati Poster Yang Menyesatkan »  Daftar Peserta PLPG Tahap I Rayon UMS »  Lagi, Pos Polisi Kembali Diserang »  Film Porno Artis Lokal Dikabarkan ada 8 Episode »  Agustus, 40 Mahasiswa UNS Ikuti KKN »  Klaten : Puluhan Peluru Hampa ditemukan di sungai »  Kementerian ESDM Tunjuk Pemkot Jadi Pilot Project PJU Pintar »  Hasil Mencuri Untuk Foya- Foya »  Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu perkilogram »  Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wonogiri Kian Meluas »  Siapa Sesungguhnya Bandoro Raden Ayu Roro Matah Hati »  Lomba Lari 10 K Nasional Hari Jadi Wonogiri akan Melewati Waduk Gajah Mungkur »  Calon TKI Ujian EPS TOPIK PBT di UNS »  Tahun 2014, UMK Solo Naik 25% »  Jelang Pilgub, KPU Gelar Sosialisai »  Jokowi Raih Dua Penghargaan »  Demo Kenaikan BBM di Solo Ricuh »  Penegakan Hukum di Indonesia Masih Carut-Marut »  Pengurus Baru HMI Cabang Sukoharjo Dilantik » 
 
Home » Index » Wonogiri : Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun
INDEX

Wonogiri : Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun

Monday, 4 June 2012 - 2445 Views
Tenaga kerja perempuan andalan PT Deltomed Wonogiri 300x199 Wonogiri : Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun

Salah Satu Perusahan Jamu Di Wonogiri

INFOSOLORAYA.COM – WONOGIRI-Perusahaan jamu di Kabupaten Wonogiri empat tahun belakangan sering mengalami kekurangan pasokan bahan baku empon empon asli hasil petani di Kabupaten Wonogiri. Untuk tetap memenuhi kebutuhan produksi maka perusahaan jamu di Wonogiri mendatangkan empon empon dari luar Kabupaten Wonogiri bahkan sampai ke luar Jawa.

Hal itu dikemukakan oleh Humas PT Deltomed Laboratories Selogiri Wonogiri, Eko Purwanto beberapa hari lalu. Eko menyontohkan, perusahaannya setiap tahun membutuhkan empon empon 1500 ton pertahun. Empon empon atau yang dikenal rempah rempah yang dibutuhkan perusahaan adalah jahe emprit, kencur, kunir, temu lawak, dan lainnya.

“Kita membutuhkan jahe 1500 ton pertahun. Sedangkan empon empon yang lain rata rata butuh 400 ton pertahun. Petani Wonogiri hanya mampu menyuplai sekira 60 persen dari setiap jenis empon empon,” ujar Eko. Perusahaanya, terpaksa mendatangkan empon empon dari luar pulau seperti dari Pulau Nusa Tenggara Barat (NTB) antara lain Sumbawa dan Lombok.

Sebagian lain antara lain didatangkan dari Kabupaten di Jawa Tengah antara lain dari Blora, Cepu dll.  Kondisi berkurangnya produksi empon-empon di Wonogiri disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain faktor cuaca yang tidak menentu yang menyebabkan petani enggan menanam empon empon.

Padahal, menurut Eko, sekira tahun 2008 silam, perusahaannya tidak pernah kekurangan bahan baku empon-empon. “Sekarnag kondisinya makin berkurang. Saya prediksi Agustus mendatang produksi empon-empon Wonogiri kembali meningkat asal tidak diguyur hujan lebat. Soalnya, bibit-bibit tanamannya sekarang sudah mulai tumbuh,” terangnya.

Salah satu pedagang empon empon, Sardiatmono mengemukakan para pedagang kesulitan menyediakan empon-empon dalam jumlah besar, karena petani hanya mengandalkan pekerjaan tangan atau manual untuk membuat simplisia (empon-empon bahan baku jamu). “Petani Wonogiri hanya mengandalkan pisau manual untuk merajang. Untuk meningkatkan produksi butuhkan alat modern,” katanya. [bagus@infowonogiri.com]

Incoming search terms:

Related Post

Comment